Ikatan Mahasiswa Pulp dan Kertas ITSB | IMPAS-ITSB | Integrity - Attitude - Ability

Tentang IMPAS

SEJARAH TERBENTUKNYA IMPAS-ITSB
Pada tahun 2009 awal berdirinya Institut Teknologi dan Sains Bandung (ITSB) memiliki satu fakultas yaitu Fakultas Teknik dan Desain (FTD). Setelah berjalannya waktu, pada tahun 2011 Institut Teknologi dan Sains Bandung (ITSB) mendirikan satu fakultas baru yaitu Fakultas Program Diploma (FPD). Sejak berdirinya Fakultas Program Diploma, program studi yang berdiri pertama kali di Institut Teknologi dan Sains Bandung (ITSB) yaitu Teknik Pengolahan Sawit dan kemudian mereka membentuk sebuah Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) yang disebut sebagai HIMPENAS (Himpunan Mahasiswa Pengolahan Sawit).

Pada tahun 2012 Institut Teknologi dan Sains Bandung (ITSB) mendirikan program studi baru yaitu program studi Teknologi Pengolahan Pulp dan Kertas. Dimana Program studi ini memiliki ikatan dinas dengan Sinarmas, dan siswa yang mengikuti program studi ini memiliki beasiswa yang sepenuhnya di tanggung oleh Sinarmas. Awal berdirinya program studi ini memiliki jumlah mahasiswa 24 orang dan belum membentuk membentuk Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). Saat berbincang- bincang dengan Bapak Drs. Sugiarto, yang saat itu beliu sedang menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan menyarankan agar mahasiswa Teknologi Pengolahan Pulp dan Kertas membentuk suatu Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ).

Pada tanggal 30 September 2012, beberapa orang dari mahasiswa Teknologi Pengolahan Pulp dan Kertas memutuskan untuk membentuk Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) ya.... walaupun dengan jumlah mahasiswa yang sangat minim. Pada tanggal itu juga mereka berdiskusi untuk mencetuskan nama yang pantas untuk Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) yang akan dibentuk dan membentuk struktur kepengurusan. Banyak sekali usulan dan pertimbangan tentang nama yang pantas untuk dijadikan sebuah nama pada Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teknologi Pengolahan Pulp dan Kertas, ada yang mengusulkan beberapa nama HIMPUTAS (Himpunan Mahasiswa Pulp dan Kertas), HIMAPULPER (Himpunan Mahasiswa Pulp and Paper), HMTPPK (Himpunan Mahasiswa Teknologi Pengolahan Pulp dan Kertas), dan IMPAS (Ikatan Mahasiswa Pulp dan Kertas). Dengan penuh pertimbangan akhirnya nama yang digunakan sebagai nama Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teknologi Pengolahan Pulp dan Kertas IMPAS-ITSB (Ikatan Mahasiswa Pulp dan Kertas) dan kemudian disahkan pada tanggal 30 Sepetember 2012.

VISI DAN MISI IMPAS (IKATAN MAHASISWA PULP DAN KERTAS)

VISI
Menjadi Ikatan Mahasiswa yang berkompeten, berprestasi, dan profesional dalam bidang akademik maupun non akademik.

MISI
  1. Membentuk ikatan mahasiswa yang dilandasi semangat kekeluargaan, kebersamaan serta menjunjung tinggi nilai demokrasi.
  2. Meningkatkan dan mengembangkan potensi diri dan keahlian mahasiswa.
  3. Membentuk karakter mahasiswa yang proaktif dan bertanggung jawab.

TUJUAN IMPAS (IKATAN MAHASISWA PULP DAN KERTAS
  1. Membentuk perkumpulan mahasiswa yang berjiwa pemimpin, mampu bekerja sama dan menjadi teladan dalam sebuah organisasi.
  2. Membentuk mahasiswa yang selalu aktif dan kritis dalam memecahkan suatu problematika bersama.
  3. Membentuk mahasiswa yang berbudi pekerti luhur, mandiri, berwawasan luas serta memiliki sikap tanggung jawab.
  4. Mempererat hubungan solidaritas antar mahasiswa, baik dalam himpunan maupun diluar himpunan.
  5. Membentuk mahasiswa yang mampu bersosialisasi dengan baik.

MOTTO IMPAS (IKATAN MAHASISWA PULP DAN KERTAS)
Integrity, Attitude, Ability

"Kabayan, Nyi Iteung & Om Jin Keliling Nusantara" Berhasil Meraih Penghargaan di Kabaya ITSB 2014

Penampilan teman-teman IMPASIAN yang bertema “Kabayan, Nyi Iteung & Om Jin Keliling Nusantara” berhasil meraih penghargaan Juara Umum pada acara Kabaya (Kampung Budaya) yang digelar oleh Kemensebaya (Kementrian Seni & Budaya) yang bekerjasama dengan UKM LSS (Lingkung Seni Sunda) di ITSB kemarin. 
“Kabayan, Nyi Iteung & Om Jin Keliling Nusantara” adalah ide dari Ridwan Mulya Kurniawan (IMPASIAN 2012) yang bercerita tentang Nyi Iteung yang mendapat lampu ajaib dari seseorang yang tidak dikenal. Lalu saat diberikan pada Kabayan, Nyi Iteung melarang kabayan untuk menggosok lampunya. Karena penasaran, Kabayan pun tidak menghiraukan larangan Nyi Iteung. Akhirnya Kabayan pun menggosok lampu ajaibnya, dan tiba-tiba ada sesosok Jin yang keluar dari lampu ajaib itu. 
Jin yang keluar dari lampu ajaib itu kemudian memberi 3 permintaan kepada Nyi Iteung dan Kabayan. Nyi Iteung ingin meminta Jin agar membawa mereka pergi keliling Nusantara, dan akhirnya Nyi Iteung pun meminta Jin untuk membawa mereka ke Papua. Saat sampai di Papua, mereka melihat tarian Papua dari penduduk setempat. Saat para penari selesai melakukan tariannya, Kabayan memanggil salah salah satu dari penari tersebut. Tanpa diduga, salah satu penari yang dipanggil Kabayan bukanlah dari Papua, melainkan dari Jawa. Disitu mereka berbincang-bincang dengan Bahasa masing-masing, Jawa & Sunda. 
Setelah berbincang-bincang dengan penari Papua, Kabayan lalu menggosok lampu ajaib lagi dan meminta Jin agar membawa mereka ke tempat yang banyak penari ceweknya. Akhirnya mereka pun dibawa Om Jin ke daerah Aceh untuk melihat Tari Saman yang dibawakan oleh Putri-putri daerah Aceh. Puas meliat Tari Saman, Nyi Iteung lalu merebut lampu ajaib dari tangan Kabayan, lalu Nyi Iteung menggunakan permintaan terakhirnya. Nyi Iteung meminta kepada Jin agar permintaannya dijadikan 2 permintaan lagi & akhirnya Om Jin mengabulkannya. 
Nyi Iteung tidak mau kalah dengan Kabayan, dia menggunakan permintaan permintaan pertama agar dia dibawa ke daerah yang banyak penari cowoknya. Lalu Om Jin membawa mereka ke Korea, dan disana mereka melihat penampilan Boyband. Setelah puas melihat penampilan boyband, Kabayan pun menggunakan permintaan terakhir untuk kembali ke daerah asalnya. Sesampainya didaerah asalnya, Kabayan & Nyi Iteung melihat Pencak Silat dari masyarakat sekitar. Setelah selesai melihat, tiba-tiba saja ada 2 penjahat yang menyandera Nyi Iteung. Kabayan pun meminta bantuan kepada ahli silat untuk melawan penjahat. Dan akhirnya Nyi Iteung pun berhasil diselamatkan. 
Di akhir cerita, Kabayan mengatakan bahwa kita harus bangga menjadi orang Indonesia. Karena Indonesia memiliki banyak sekali kebudayaan yang beragam. Oleh karena itu, kita harus melestarikan kebudayaan itu agar tidak hilang. 
Itulah ringkasan cerita dari “Kabayan, Nyi Iteung dan Om Jin Keliling Nusantara” yang dibawakan oleh teman-teman IMPASIAN yang berhasil menjadi Juara Umum Kabaya ITSB 2014.

TPP 2012 Special Performance in Green Gathering IMPAS 2014



Musikalisasi Puisi yang ditampilkan oleh IMPASIAN 2012. Pembaca puisi (Fauzi Cikal Antariksa, Dedeh Winingsih, Muhamad Putra Nugraha) diiringi dengan lagu Totalitas Perjuangan, dan penampilan tersebut ditutup dengan lagu Kita Selamanya, dengan rapper Andi Lukman Hakim & Ahmad Robbi Maulana, diiringi musik oleh R. Akbar Ramadhan Syambas (gitar) & Ridwan Mulya Kurniawan (cajon).

TPP 2013 Special Performance in Green Gathering IMPAS 2014



Orator (Imelgia, Yassi Novita Avelina, Nikolaus Sigit Gusti N., Ridho Yelius)
"Percuma ada cinta kalau tuk bertengkar terus, percuma ada rindu kalau tak saling bersatu"